Skip to main content

NASUHA TAUBATAN

Nasuha Taubatan atau dikenal juga dengan nama Taubatan Nasuha dalam bahasa Indonesia berarti tobat yang semurni-murninya, dan merupakan salah satu bentuk tobat yang dianjurkan untuk penganut agama Islam. Dalil dari bentuk tobat ini adalah Surat At-Tahrim (66) ayat ke-8 dan didefinisikan sebagai tobat dari dosa yang diperbuat saat ini, menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya pada masa lalu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi pada masa mendatang. Tobat nasuha diperuntukkan untuk dua macam dosa, yaitu menyangkut hak Allah dan menyangkut hak manusia.

Taubat Nasuha Menurut Imam Nawawi

Menurut Imam Nawawi ada tiga syarat yang harus dilakukan dalam pelaksanaannya apabila maksiat yang dilakukan adalah urusan antara manusia dan Allah yaitu 1) Meninggalkan perilaku dosa tersebut; 2) Menyesali perbuatan yang telah dilakukan; 3) Berniat tidak melakukannya lagi selamanya.

Sementara apabila maksiat yang dilakukan terkait hak sesama manusia (Haqqul Adami) setelah ketiga syarat sebelumnya ditambah dengan membebaskan diri dari hak manusia yang dizalimi, apabila menyangkut harta adalah dengan mengembalikan harta tersebut; dan apabila menyangkut non-materi seperti fitnah, ghibah, dan yang lainnya maka agar meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Tata Cara Shalat Taubat Menurut Imam Syafii

Menurut fiqih Imam Syafii, sholat Taubat merupakan sholat yang terikat dengan sebab yang diakhirkan (muqayyad bisababin mutaakhir), yaitu melakukan sholat terlebih dahulu sebelum bertaubat.

Setelah sholat dua rakaat, seseorang yang hendak bertaubat membaca istigfar memohon ampunan kepada Allah Swt.

Urutan Melaksanakan Shalat Taubat

1. Membaca niat sholat taubat
"Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillahi ta'ala."
2. Membaca doa
Setelah membaca niat, dianjurkan untuk membaca doa berikut sebelum menjalankan tata cara sholat taubat:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Robbana dholamna Anfusana wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khosirin."
"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Al A'raf: 23)
3. Takbiratul ihram
4. Membaca doa iftitah
5. Membaca Al-Fatihah
6. Membaca surah dalam Al-Qur'an
7. Rukuk dan membaca doa saat ruku sebanyak tiga kali
8. I'tidal dan membaca doa i'tidal
9. Sujud sebanyak 2 kali dan membaca doa sujud sebanyak tiga kali pada tiap sujud
10. Duduk di antara dua sujud dan membaca doa duduk di antara dua sujud
11. Kembali bangun dan lakukan poin 3 sampai 10 untuk rakaat kedua doa tasyahud akhir
13. Salam

Waktu Yang Hukummnya Haram Untuk Melaksanakan Shalat Taubat

  • Saat matahari terbit hingga matahari naik sepenggalah.
  • Saat matahari persis di tengah-tengah hingga terlihat condong.
  • Saat dimulainya waktu sholat ashar hingga tenggelam matahari.
  • Saat waktu menjelangnya matahari tenggelam hingga matahrari benar-benar sempurna tenggelam.
Source :
Image Source :
Uploaded by Shakila Felisha Jasmine

Comments

Popular posts from this blog

ALAM BARZAKH

Pengertian Alam Barzakh Barzakh  adalah alam kubur  yang membatasi antara d unia  dan akhirat . B arzakh sendiri artinya sekat, antara alam dunia dan alam akhirat.   Barzakh menjadi tempat persinggahan sementara j asad makhluk  sampai dibangkitkannya pada hari k iamat .  Hadist mengenai Alam Barzakh Al-Barra bin Azib menceritakan hadits yang panjang yang diriwayat  Imam Ahmad  tentang perjalanan seseorang setelah kematian. Seorang mukmin yang akan meninggal dunia disambut ceria oleh malaikat dengan membawa kain kafan dari surga. Kemudian datang malaikat maut duduk di atas kepalanya dan memerintahkan roh yang baik untuk keluar dari jasadnya. Selanjutnya disambut oleh malaikat dan ditempatkan di kain kafan surga dan diangkat ke langit. Penduduk langit dari kalangan malaikat menyambutnya, sampai di langit terakhir bertemu Allah, kemudian Allah memerintahkan pada malaikat untuk men...

RUKUN IMAN

Iman adalah kepercayaan yang berkenanaan dengan agama. Secara lengkapnya iman berkaitan dengan meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan menggunakan perbuatan. Definisi dari rukun iman adalah meyakini bahwa Nabi dan Rasul merupakan utusan Allah SWT diperintahkan untuk menyampaikan kabar gembira dan ancaman kepada manusia di bumi. 6 Rukun Iman A. Rukun iman kepada Allah SWT Urutan yang pertama adalah iman kepada Allah SWT menjadi dasar dari iman karena sebagai umat Islam harus mengakui keesaan Nya. Dia merupakan pencipta di alam semessta, penguasa langit maupun bumi serta Tuhan yang wajib disembah dengan sifat tidak beranak dan tidak diperanakkan. Meyakini akan hadirnya Allah tidak hanya dengan kata-kata semata melainkan harus diwujudkan melalui tindakan. Caranya yaitu dengan amar ma’ruf dan nahi mungkar, maksudnya melakukan segala perintah serta menjauhi larangan yang menghantar ke jurang kesesatan. B. Rukun iman kepada Malaikat Malaikat merupakan makhluk Allah yan...

8 KEUTAMAAN MENGHAFAL DAN MEMBACA SURAT AL-KAHFI

  Ada banyak keutamaan surat Al- Kahfi yang bisa kita dapatkan dengan membacanya. Keutamaan-keutamaan surat Al-Kahfi sendiri telah disebutkan dalam Al-Qur'an.  Keutamaan surat Al-Kahfi bisa kita dapatkan dengan mengamalkannya pada hari-hari tertentu, misalnya di hari Jumat. Keutamaan surat Al-Kahfi telah disebutkan dalam hadits riwayat Tirmidzi, berikut: خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ Artinya: "Sebaik-baik hari yang disinari matahari adalah hari Jumat. Pada hari itu, Nabi Adam a.s. diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya. Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat," (HR. Tirmidzi). Hadits riwayat Tirmidzi di atas menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW. telah menganjurkan umatnya untuk membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat. Membaca surat Al-Kahfi di hari...