Skip to main content

KHATAMAN NABIYYIN



Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT dengan membawa kabar gembira sekaligus peringatan bagi seluruh umat. Rasulullah SAW kemudian mendapat julukan Khataman Nabiyyin. 

Dalam syariat Islam bahwa status kenabian telah berakhir setelah Muhammad SAW. Pernyataan ini tertulis dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 40, yang berbunyi:

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al-Ahzab 33:40)

Rasulullah SAW bersabda: "Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku." (HR. Abu Dawud).

Tentang Nabi Muhammad SAW

lahir di Kota Mekah pada 12 Rabiul Awwal tahun Gajah atau bertepatan dengan tahun 570 Masehi. Ia lahir dalam keadaan yatim. Ayah Rasulullah SAW meninggal saat ia masih dalam kandungan.

Sejak lahir, ada banyak tanda-tanda kenabian yang muncul pada diri Rasulullah SAW. Seiring berjalannya waktu, Rasulullah SAW tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berbakti kepada ibu, paman, kakek dan orang-orang yang dekat dengan beliau.

Menginjak dewasa, Rasulullah SAW menikah dengan saudagar kaya bernama Siti Khadijah. Bahkan, usia keduanya terpaut 15 tahun. Rasulullah SAW saat itu tengah berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.

Nabi Muhammad SAW menerima wahyu saat usia 40 tahun. Allah SWT menurunkan kitab suci Al Quran secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW. Al Quran menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Di dalamnya mengandung seluruh aspek hukum bagi kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Gelar Nabi Muhammad SAW

1. Al-Amin artinya Jujur dan dapat dipercaya.

2. Nabiyur Rahmah artinya Nabi yang penyayang dan penuh kasih.

3. Nabiyul Malahim artinya Nabi yang banyak melakukan perang.

4. Ahmad artinya Sangat banyak pujiannya atau Nabi yang dipuji.

5. Habibullah artinya Kekasih Allah SWT.

6. Khatamul Anbiya artinya Penutup para Rasul.

7. Basyir artinya Pembawa kabar baik.

8. Kamil artinya Sempurna.

9. Uswatun hasanah artinya teladan yang baik

10. Al-Mahiy artinya penghapus kebodohan di masa jahiliyah.

11. Al-'Aqib artinya Nabi penutup atau tidak ada nabi setelah Rasulullah SAW wafat.

12. Nabiyutttaubah artinya Nabi orang yang bertaubat.

13. Abdullah artinya hamba Allah SWT.

14. Miftah Jannah artinya kunci surga.

15. Ahid artinya berbuat adil.

16. Aziz artinya kemuliaan.

17. Alamul Iman artinya sangat mengetahui keimanan dan mengenal Allah SWT.

18. Da'in artinya mengajak kepada Allah SWT.

19. Hizbullah artinya tentara Allah SWT.


Uploaded by Shakila Felisha Jasmine

Comments

Popular posts from this blog

TINGKATAN SURGA BESERTA PENGHUNINYA

        “(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 163) Berbagai hal terkait surga telah disebutkan dalam Al Quran serta hadist. Di dalam Al-Quran disebutkan tujuh tingkatan; Jannatul Firdaus, Jannatul Naim, Jannatul Makwa, Jannatul Adnan, Jannatul Khuldi, Darus Salam dan Daruj Jalal. Berikut nama surga yang paling tinggi-rendah 1. Surga Firdaus     Surga firdaus merupakan surga dengan tingkatan tertinggi yang diciptakan dari emas. Calon penghuninya adalah orang yang khusyuk ketika sholat, menunaikan zakat, menjaga diri dan menghindari zina, serta menaati perintah-perintah Allah lainnya. Surga ini dijelaskan dalam firman Allah yang artinya: " Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal ." (QS. Al Kahfi ayat 107). 2. Surga Adn Surga ini diciptakan Allah dari intan putih bagi orang-orang yang memi...

MENGAPA ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA?

Pertanyaan semacam ini kerap muncul di benak sebagian orang yang mengalami berbagai kesulitan dalam hidup.  Tujuan Allah menciptakan manusia  bukan main-main. Manusia disebut makhluk sempurna karena diberi akal dan pikiran untuk berkehendak sendiri. Allah selalu menciptakan makhluknya dengan tujuan yang mulia. Manusia merupakan makhluka Allah yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Jika tujuan  Allah menciptakan manusia  sudah sangat mulia, bagaimana bisa manusia tidak mau beriman kepada-Nya?   Tujuan Allah SWT menciptakan manusia Kita beruntung sebab ternyata Allah mau memberikan informasi tentang tujuan penciptaan manusia agar pertanyaan di benak kita hilang. Tujuan tersebut adalah : 1. Sebagai pengurus (khalifah) bagi planet bumi , sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah:   وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌۭ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةًۭ     "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku he...

KEDASYATAN SIKSA NERAKA

  Disebutkan dalam suatu hadist, bahwa Rasulullah SAW bersabda,   “Andaikan seorang penduduk neraka jahannam dikeluarkan dari padanya, kemudian dilihat oleh manusia penduduk dunia, niscaya matilah semua penduduk dunia ketika melihatnya. Karena murka Allah pada penduduk neraka itu.  b ermacam-macam binatang berbisa yang sangat ganas menggerogoti dan menyayat-nyayat tubuh penghuni nereka tanpa mengenal ampun. Air panas, darah, nanah, yang mendidih menjadi minuman utamanya, hingga seluruh isi perutnya terbakar beserta ususnya terburai keluar.  Berbagai macam bentuk siksaan yang pedih, semua ada di dalam neraka. Namun demikian para penghuni neraka tidak mati dan tidak pula merasakan bisa istirahat dari siksaan yang sangat menyayat itu walau sekejap saja.  Mengenai luas dan dalamnya neraka, tidak disebutkan secara pasti di dalam nash Al-Qur’an maupun hadist. Yang pasti neraka itu pasi adanya, sebagai tempat memenjarakan, membalas dan menyiksa manusia dan jin yang men...