Skip to main content

KITABULLAH

Islam adalah agama yang memiliki fondasi kuat dalam ajaran kitab-kitab suci yang dianggap sebagai wahyu Allah. Umat Muslim meyakini bahwa ada beberapa kitab yang wajib diimani sebagai bagian integral dari keyakinan mereka. Kitab-kitab ini memberikan pedoman hidup, hukum, dan ajaran moral yang menjadi dasar bagi praktik agama Islam.

Tulisan-tulisan firman Allah (Kitab Allah) zaman dahulu dibuat menjadi 2 jenis, yaitu bisa berupa shuhuf dan mushaf. Kedua kalimat itu berasal dari akar kalimat yang sama yaitu, "sahafa" (menulis). Shuhuf (صحيفة; tunggal: sahifa) berarti sepenggal kalimat yang ditulis dalam material seperti kertas, kulit, papirus dan media lain. Sedangkan mushaf (مصحف; jamak: masahif) berarti kumpulan-kumpulan shuhuf, yang dijadikan menjadi satu-kesatuan, seperti 2 sampul dalam satu isi.

Etimologi Kitab

Dalam sejarah penulisan dari teks Qur'an, shuhuf terdiri dari beberapa lembaran yang pada akhirnya Qur'an dikumpulkan pada masa Abu Bakar. Dalam shuhuf tersebut susunan tiap ayat di dalam surah telah tepat, tetapi lembaran-lembaran yang ada belumlah tersusun dengan rapi, tidak dibundel menjadi satu isi.

Kalimat mushaf pada saat ini memiliki arti lembaran-lembaran yang dikumpulkan di dalam Qur'an yang telah dikoleksikan pada masa Utsman bin Affan. Pada saat itu, tiap ayat di dalam surah telah disusun dengan rapi. Saat ini umat Islam juga menyebut setiap duplikat Qur'an, yang mana memiliki keteraturan tiap ayat dan surah disebut mushaf.

Macam-Macam kitab yang wajib diimani

Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab suci utama dalam Islam. Muslim meyakini bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril. Al-Qur’an merupakan kumpulan ayat-ayat yang diungkapkan secara bertahap selama periode 23 tahun. Kitab ini menjadi panduan utama dalam kehidupan umat Muslim, mencakup ajaran tentang keimanan, ibadah, moralitas, hukum, dan petunjuk praktis untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an diyakini sebagai kitab yang tidak mengalami perubahan atau distorsi sejak penurunannya, dan umat Muslim diwajibkan untuk menghafal, mempelajari, dan mengamalkan ajaran-ajarannya.

Kitab Taurat

Kitab Taurat dianggap sebagai wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa. Meskipun kitab-kitab ini telah mengalami perubahan seiring waktu, umat Muslim tetap meyakini bahwa Taurat merupakan kitab suci yang wajib diimani. Taurat berisi hukum-hukum, ajaran moral, dan sejarah tentang umat Bani Israel. Meskipun beberapa hukum dan praktik dalam Taurat tidak lagi berlaku dalam agama Islam, umat Muslim tetap menghormati dan mengakui nilai-nilai yang terkandung dalam kitab ini.

Kitab Injil

Kitab Injil merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Isa. Meskipun terdapat perbedaan dalam penafsiran dan pemahaman antara Islam dan Kristen tentang Injil, umat Muslim tetap mengakui dan menghormati keberadaan Injil sebagai kitab suci yang wajib diimani. Mereka meyakini bahwa Injil mengandung ajaran moral dan petunjuk yang dapat memberikan pemahaman tentang jalan yang benar.

Semua kitab turun pada bulan Ramadan

Menurut sumber berdasarkan hadits shahih dari Imam Ahmad, kesemua kitab-kitab suci tersebut turun pada bulan Ramadan, shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadan, Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadan. Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan berdasarkan pada salah satu surah di dalam Al-Qur'an yang berbunyi:

"Bulan Ramadan yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu, serta pemisah antara haq dan batil."

— Al-Baqarah 2:185

Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah menyanjung bulan Ramadan diatas bulan-bulan yang lain, yaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana kesemua kitab-kitab suci diturunkan di dalamnya.

Uploaded by Shakila Felihsa Jasmine

Comments

Popular posts from this blog

TINGKATAN SURGA BESERTA PENGHUNINYA

        “(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 163) Berbagai hal terkait surga telah disebutkan dalam Al Quran serta hadist. Di dalam Al-Quran disebutkan tujuh tingkatan; Jannatul Firdaus, Jannatul Naim, Jannatul Makwa, Jannatul Adnan, Jannatul Khuldi, Darus Salam dan Daruj Jalal. Berikut nama surga yang paling tinggi-rendah 1. Surga Firdaus     Surga firdaus merupakan surga dengan tingkatan tertinggi yang diciptakan dari emas. Calon penghuninya adalah orang yang khusyuk ketika sholat, menunaikan zakat, menjaga diri dan menghindari zina, serta menaati perintah-perintah Allah lainnya. Surga ini dijelaskan dalam firman Allah yang artinya: " Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal ." (QS. Al Kahfi ayat 107). 2. Surga Adn Surga ini diciptakan Allah dari intan putih bagi orang-orang yang memi...

MENGAPA ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA?

Pertanyaan semacam ini kerap muncul di benak sebagian orang yang mengalami berbagai kesulitan dalam hidup.  Tujuan Allah menciptakan manusia  bukan main-main. Manusia disebut makhluk sempurna karena diberi akal dan pikiran untuk berkehendak sendiri. Allah selalu menciptakan makhluknya dengan tujuan yang mulia. Manusia merupakan makhluka Allah yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Jika tujuan  Allah menciptakan manusia  sudah sangat mulia, bagaimana bisa manusia tidak mau beriman kepada-Nya?   Tujuan Allah SWT menciptakan manusia Kita beruntung sebab ternyata Allah mau memberikan informasi tentang tujuan penciptaan manusia agar pertanyaan di benak kita hilang. Tujuan tersebut adalah : 1. Sebagai pengurus (khalifah) bagi planet bumi , sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah:   وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌۭ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةًۭ     "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku he...

KEDASYATAN SIKSA NERAKA

  Disebutkan dalam suatu hadist, bahwa Rasulullah SAW bersabda,   “Andaikan seorang penduduk neraka jahannam dikeluarkan dari padanya, kemudian dilihat oleh manusia penduduk dunia, niscaya matilah semua penduduk dunia ketika melihatnya. Karena murka Allah pada penduduk neraka itu.  b ermacam-macam binatang berbisa yang sangat ganas menggerogoti dan menyayat-nyayat tubuh penghuni nereka tanpa mengenal ampun. Air panas, darah, nanah, yang mendidih menjadi minuman utamanya, hingga seluruh isi perutnya terbakar beserta ususnya terburai keluar.  Berbagai macam bentuk siksaan yang pedih, semua ada di dalam neraka. Namun demikian para penghuni neraka tidak mati dan tidak pula merasakan bisa istirahat dari siksaan yang sangat menyayat itu walau sekejap saja.  Mengenai luas dan dalamnya neraka, tidak disebutkan secara pasti di dalam nash Al-Qur’an maupun hadist. Yang pasti neraka itu pasi adanya, sebagai tempat memenjarakan, membalas dan menyiksa manusia dan jin yang men...